Tenaga Kerja dan Tingginya Tingkat Pengangguran di Indonesia memang selalu menjadi polemik yang tidak pernah ada habisnya.Permasalahan bukan pada sumber daya tenaga kerja yang berkualitas sebenarnya, namun lebih kepada kurangnya lapangan pekerjaan padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga mendorong tingginya tingkat penggangguran di Indonesia.


Perdebatan dan Polemik di tingkatan elit politik dan stakeholder di Indonesia seputar tingginya tingkat penggangguran ini bukanlah hal baru, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang dirilis oleh BPS tahun 2011 sudah mencapai 241 juta jiwa, menambah kompleks permasalahan yang ada di Republik kita ini. Namun apa cukup hanya sampai pada apology yang menurut saya tidak berarti sama sekali...?

Mari sejenak kita berpikir, sebenarnya dimana letak permasalahan yang terjadi sehingga masalah tingginya tingkat penggangguran dari hari ke hari semakin tidak dapat diselesaikan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia seharusnya kita dapat menyikapi masalah tenaga kerja ini dengan lebih cerdas. Maaf tidak bermaksud untuk menggurui namun lebih kepada ketukan hati buat seluruh masyarakat Indonesia khususnya tenaga kerja yang hari ini masih menjadi penggangguran.

Sebenarnya dengan banyak tenaga kerja hal ini merupakan sebuah modal besar yang dapat mendorong berkembangnya ekonomi khususnya ekonomi mikro, Mengapa bisa demikian...? Mari kita lihat Cina dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, bukannya tidak ada masalah dengan tenaga kerja tapi ternyata faktor ekonomi cina ternyata lebih tahan dan stabil, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi mereka kearah hal yang lebih positif.
Entahlah saya sendiri bukan pakar ekonomi, hanya seorang sarjana ekonomi yang memang masih menjadi penggangguran seperti kebanyakan masyarakat Indonesia lainya. Itulah alasan mengapa mendorong wirausahawan muda untuk lebih termotivasi dalam membuka lapangan pekerjaan. Masalah tenaga kerja dan Tingginya tingkat penggangguran sebenarnya merupakan 2 sisi yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan mendorong berkembangnya ekonomi makro khususnya sektor-sektor ekonomi yang bersifat padat karya maka secara tidak langsung akan mampu menyerap tenaga kerja, Sehingga masalah tingginya tingkat penggangguran akan mendapat alternative baru dalam pemecahannya.

Namun kembali lagi ternyata tidak gampang mendorong tumbuhnya faktor-faktor ekonomi mikro ini tadi. Dibutuhkan keberanian, tekad dan skill dari masyarakat itu sendiri dalam mengambil setiap peluang dan kesempatan usaha yang ada. Hal ini bukanlah ilmu teoritis, namun lebih kepada pengalaman yang memberikan pelajaran.

Terkait masalah teoritis dan korelasinya terhadap pengalaman akan saya coba tulis pada postingan saya selanjutnya. Intinya adalah bahwa tenaga kerja indonesia sebenarnya sudah lebih dari cukup baik pada Skill, dan kemampuan penguasaan teknologi sehingga tidak alasan mengapa kita semua tidak mampu menjawab tingginya tingkat penggangguran dengan tenaga kerja Indonesia saat ini.

Baca Juga